Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

cara kerja barcode

Cara Kerja Barcode

Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja
digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan
bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan
besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode
menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih.
Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1.
Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan
oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik
cahaya tersebut.

Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang
berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai.
Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi
titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.

Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga
memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan
cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak
ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran
titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang
barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali
titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi

Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu:
pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya
dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena
disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan
menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi
sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.

Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada
permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh.
Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga
sudut pembacaan lebih fleksible.

Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge
coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan
menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.

Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam
koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem outpu RS232. Sistem ini
menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari
keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan
software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan
mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.

Salam sukses,
Eddy
www.pvidia.com

P.S. Anda pebisnis online? Promosi online adalah darahnya bisnis
online. Tempat yang tepat dan bagus serta GRATIS untuk mengiklankan semua
bisnis online anda ada di:

http://profit-generator.pvidia.com

This message was sent by:
Parvidia Pakaya
Jln. Melur Blok F II/3 Duren Sawit, Jakarta Timur,
DKI Jakarta, 134
http://emperordeva.wordpress.com/tips-and-info-computer/cara-kerja-barcode
http://emperordeva.wordpress.com/tips-and-info-computer/cara-kerja-barcode

Rabu, 29 Desember 2010

Pembangkit Gelombang

Introduksi.
Gelombang sinusoidal merupakan hal paling mendasar dari semua jenis bentuk gelombang lainnya. Itu sebabnya ketika anda mempelajari dasar-dasar arus listrik bolak-balik, amplifier atau oscilator selalu tak lepas dari gelombang sinusoidal. Walaupun gelombang sinusoidal sangat penting dalam bidang elektronik , gelombang nonsinusoidal juga tak kalah pentingnya. Bidang study gelombang sinusoidal dan nonsinusoidul (pulse crcuit) sangat luas dan oleh karena itu dalam ruang yang relatif terbatas ini penulis mencoba membahas topik dimaksud secara singkat namun mendasar. Pembahasan meliputi bagaimana cara membangkitkan gelombang sinusoidal, gelombang nonsinusoidal dan informasi ringkas tentang penggunaannya dalam bidang elektronik.
Gelombang sinusoidal
Bagi anda yang menggemari bidang elektronika kata oscillator tentu sudah tidak asing lagi. Sebagaimana kita ketahui oscilator adalah suatu rangkaian elektronik yang bekerja sendiri membangkitkan atau memproduksi getaran-getaran listrik berbentuk sinus / sinusoidal. Ada banyak jenis oscilator umumnya bekerja berdasarkan prinsip umpan balik (feedback) Artinya umpan balik diperlukan untuk mempertahankan oscillasi.
Sebagaimana telah disebutkan di atas ada tiga type oscillator pembangkil gelombang sinusoidal yakni LC Oscillator, RC Oscillator dan Crystal Oscillator.

LC Oscillator Ada banyak model LC Oscillator namun tetap memiliki kesamaan dalam prinsip kerjanya. Salah satu diantaranya Oscillator LC model Hartley seperti terlihat pada gambar. Cara kerja rangkaian sebagai berikut.
Ketika rangkaian ini dihidupkan, arus listrik mengalir melalui RFC mengakibatkan perubahan tegangan collector. Perubahan tegangan collector ini diteruskan oleh C3 ke bagian bawah coil L1 sekaligus mensuplai energi. Karena bagian tengah L1 dibumikan (grounded) maka bagian atas coil L1 bertegangan positif membuat Q1 lebih cepat saturasi. Dalam keadaan saturasi supply tegangan ke coil L1 terhenti. Energi yang tersimpan dalam L1 mengisi Cl dalam polaritas negatip. Setelah energi tadi habis diserap oleh C1, C1 membuang muatannya melalui L1 dan base Q1.

Tegangan discharge negatif yang dikirim dari C1 pada base Q1 membuat Q1 menyumbat (cut oil). Setelah muatan C1 habis, tegangan balik positip dari L1 mengisi kembali C1 sekaligus memberi tegangan positip pada base Q1. Q1 mulai konduksi kembali dan peristiwa yang sama terus menerus berulang secara periodik selama supply energi ke rangkaian ini tidak diputus.

Aliran arus listrik DC dalam rangkaian oscillator ditandai dengan panah utuh (solid). Arus listrik mengalir dari chasis ke emitor - collector dan kembali ke catu daya (power supply) setelah melalui RFC.
Arus listrik AC ditandai dengan panah putus-putus. Arus listrik AC (feedback) mengalir dari collector Q1- ke C3 - ke L1 - dan kembali ke Q1. Output oscillator (sine wave) ini dapat diambil dari collector Q1 dengan kopling capacitor.



Qrystal Oscillator
Rangkaian pembangkit (oscillator) gelombang sinusoidal model Hartley seperti telah dibahas di atas dengan penyimpangan frequency 1% masih dianggap umum dan cukup baik. Jika model tadi akan dioperasikan pada suatu perangkat presisi yang memerlukan stabilitas tinggi , misalnya untuk jam elektronik, maka harus disisipkan Qrystal ke dalam rangkaian Oscillator itu seperti tampak pada gambar. Jika Oscillator bekerja pada frekuensi yang sama dengan frekuesi Qrystal maka akan diperoleh feedback maximum. Bila karena sesuatu dan sebab lain frequency oscilator bergeser naik / turun maka impedansi qrystal akan meningkat mengurangi feedback untuk menekan Oscillator kembali ke frequency Qrystal / frequency Osc. Penyimpangan frequency pada Qrystal oscillator hanya 0,0001%. Sangat stabil.



RC Oscillator
LC oscillator dan Qrystal oscillator yang telah dibahas di atas umumnya digunakan di wilayah RF (radio frequency). Namun untuk kebutuhan frequency rendah seperti frequency audio kedua model oscillator tadi kurang praktis dan mahal. Lalu dirancang RC oscillator untuk memenuhi kebutuhan akan frequency rendah. Cara kcrja RC oscillator cukup simpel (Lihal gambar). Ketika Q1 konduksi, tegangan collector menurun. Fasa tegangan collector digeser 180 derajat oleh rangkaian penggeser fasa R1C1,R2C2,R3C3 sehingga base Q1 mendapat tegangan feedback positip, membuat Q1 saturasi. Akibat saturasi tegangan bias base Q1 menurun sampai Q1 cut-off. Ketika Q1 cut-off tegangan collector Q1 naik dan proses yang sama berulang. Output Q1 berupa gelombang sinusoidal.



A simple phase-shift oscillator

RC networks produce a phase-shift

Gelombang nonsinusoidal
Terdapat banyak bentuk gelombang nonsinusoidal seperti bentuk segi empat (square), gigi gergaji (sawtooth), persegi panjang (rectangular), segi tiga (triangular) atau kombinasi dua bentuk gelombang seperti disebutkan. Namun pada bab ini hanya akan dibahas dua bentuk gelombang nonosinusoidal yang paling umum yakni gelombang segi empat dan gelombang gigi gergaji. Nonsinusoidal waveforms sering juga disebut "pulse waveforms". Suatu rangkaian elektronic yang menghasilkan gelombang nonsinusoidal disebut "pulse circuits". Sedangkan pembangkitnya disebut "blocking oscillator" untuk gelombang segi empat dan 'sawtooth blocking oscilator".



The Blocking Oscillator
Gambar di samping menunjukkan rangkaian dasar suatu blocking oscillator. Cara kerjanya sbb. : Ketika rangkaian dihidupkan base Q1 mendapat tegangan positip dari rangkaian bias maju (tidak nampak) sehingga Q1 konduksi. Arus listrik collector mengalir melalui lilitan primer P. Aliran arus ini menimbulkan induksi tegangan positip pada lilitan sekunder S yang dihubungkan dengan base Qi melalui C1. Akibatnya Q1 cepat saturasi. Dalam keadaan saturasi induksi tegangan jatuh menimbulkan tegangan negatip pada S, mendorong Q1 cut-off. C1 membuang muatan negatipnya melalui R1. Ketika muatan C1 habis Q1 kembali konduksi. Proses yang sama berulang. Lamanya C1 discharge (Q1 cut-off/ frequency) ditentukan oleh nilai RC. Output gelombang segi empat diambil dari collector.



A basic blocking oscillator

Sawtooth blocking oscillator
Dalam praktik blocking oscillator justru lebih sering digunakan sebagai pembangkit gelombang gigi gergaji. Oleh karena itu disebut sawtooth blocking oscillator.
Lihat gambar di samping. Output gelombang gigi gergaji diambil dari rangkaian R1C1 pada emitor Q1. Cara kerjanya mirip seperti telah diterangkan pada bab sebelumnya. Ketika Q1 konduksi arus mengalir melalui P, menimbulkan tegangan induksi positip pada S, membuat Q1 lebih cepat saturasi. Dalam keadaan saturasi tegangan iduksi jatuh menimbulkan arus balik negatip pada S, mendorong Q1 cut-off. C1 yang berpotensial positip membuat Q1 tetap cut-off sampai muatan C1 habis terbuang melalui R1. Q1 kembali konduksi dan proses yang sama berulang. Frequency ditentukan oleh nilai R1C1.



Waveshape convertion
Waveshape convertion adalah suatu cara mengubah bentuk suatu gelombang tanpa mempengaruhi frequencynya.

Schmitt Trigger adalah contoh rangkaian converter atau pengubah bentuk gelombang sinusoidal menjadi gelombang persegi. (Lihat gambar). Input signal berupa gelomang sinusoidal diumpankan ke base Q1.

Outputnya berupa gelombang persegi diambil dari collector Q2. Cara kerja, bila tegangan input signal di bawah level tertentu Q1 cut-off. Dalam keadaan cut-off tegangan positip pada collector Q1 menjadi cukup tinggi yg menyebabkan Q2 saturasi. Arus Q2 yang cukup tinggi menyebabkan tegangan pada emitor Ql tinggi menahan Ql tetap cut-off. Ql akan konduksi kembali ketika tegangan signal input 0,7V di atas tegangan emitor. Proses yang sama kembali berulang.
Contoh lain adalah Sawtooth Generator yang dapat mengubah bentuk gelombang segi empat menjadi bentuk gelombang gigi gergaji. (Lihat gambar). Cara kerja. Tegangan input positip menyebabkan Q2 cut-off dan Q1 konduksi. Arus konstan (karena adanya R1, R2 , Re) Q1 mengalir mengisi C1 dari selama To sampai T1. Karena arus pengisian konstan maka tegangan output berbentuk garis miring rata / landai. Pada T2 tegangan input berganti negatip, Q2 konduksi menyebabkan tegangan C1 drop (cut-off) seiama T1 - T2. Pada T2 tegangan input berganti negatip, Q2 cut-oiff dan Q1 konduksi. Peristiwa yang sama berulang dan berulang sehingga tegangan output membentuk gigi gergaji. Frequency output tergantung frequency input. Gelombang gigi gergaji banyak digunakan dalam peralatan elektronik, contohnya televisi, computer sebagai pembangkit high voltage.

Frequency
Gelombang sinusoidal , gelombang nonsinusoidal disebut gelombang penodik karena bergetar secara teratur dalam kurun waktu tertentu. Banyaknya getaran dalam satu detik disebut frequency. Untuk pembangkit atau oscillator type LC besarnya frequency dihitung dengan rumus :

LJntuk pembangkit atau oscilator type RC besarnya frequency dihitung dengan formula :

R dalam satuan Ohm , C dalam satuan micro Farad Phi = 3,14. Sumber : Edukasi.net